Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) terus berkomitmen untuk mendukung tercapainya SDGs ketujuh belas dan ketiga yakni Kemitraan untuk Mencapai Tujuan serta Kehidupan Masyarakat Sehat dan Sejahtera. Komitmen ini salah satunya dengan melakukan kerja sama untuk membantu layanan di bidang Radiologi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Chasan Boesoirie, Maluku Utara. FK-KMK UGM mengirimkan residen Tingkat Mandiri dari Program Studi Radiologi untuk membantu layanan di RSUD setelah sebelumnya juga mengirimkan residen Tingkat Mandiri dari Spesialisasi Mata.
Sebagai rumah sakit rujukan utama di Provinsi Maluku Utara, kebutuhan layanan diagnostik di RSUD dr. Chasan Boesoirie (RSChb) tercatat mencapai sekitar 120 ribu kunjungan radiologi setiap tahunnya. Kolaborasi antara FK-KMK UGM dan RSChb dalam memperkuat layanan radiologi ditandai dengan kunjungan kerja tim visitasi dari FK-KMK UGM di lingkungan RSUD dr. Chasan Boesoirie pada Rabu, 22 April 2026.
Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoirie, dr. Alwia Assagaf, M.Kes., menjelaskan bahwa ketersediaan tenaga medis saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal. Dari kebutuhan tiga dokter spesialis radiologi, saat ini RSUD baru memiliki satu dokter yang bertugas. “Upaya rekrutmen telah kami lakukan selama dua tahun terakhir, namun belum terpenuhi sepenuhnya. Karakteristik geografis Maluku Utara yang merupakan wilayah kepulauan menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga medis untuk bertugas di sini,” ungkap dr. Alwia.
Dalam sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D. menyampaikan bahwa residen yang akan ditugaskan ke RSUD dr. Chasan Boesoirie merupakan residen yang telah menuntaskan seluruh proses pendidikan dan tinggal menunggu jadwal ujian akhir. “Mereka datang ke sini bukan hanya untuk belajar, tetapi juga terlibat langsung dalam membantu pelayanan di RSUD, sehingga dapat memberikan dampak nyata dalam percepatan layanan,” jelasnya.
Dengan adanya tambahan tenaga tersebut, diharapkan waktu tunggu pasien dapat dipangkas secara signifikan dan kualitas layanan semakin meningkat serta masyarakat Maluku Utara memperoleh akses layanan diagnostik yang cepat, tepat, dan sesuai standar. “Ke depan, kerja sama ini berpotensi diperluas ke wilayah lain di Maluku Utara, agar layanan kesehatan semakin merata dan optimal,” tutupnya.
